Postingan

Elemen-elemen dan Karakteristik Sistem Informasi Psikologi dan Model Sistem Informasi Psikologi

Elemen dan karakter sistem yang dibutuhkan untuk membangun sistem informasi psikologi dari beberapa refrensi yaitu  : A.       Elemen-elemen sistem informasi 1.     Tujuan Setiap sistem memiliki tujuan, tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terarah dan tidak terkendali. 2.       Input Masukan atau input sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Input dapat berupa hal-hal yang berwujud maupun yang tidak tampak. 3.     Proses Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukkan (input) menjadi keluaran (output) yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi atau produk. 4.      Output Keluaran atau output merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran...

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi

PENGERTIAN SISTEM Menurut Indrajit Sistem adalah suatu perkumpulan komponen yang saling memiliki hubungan antara komponen yang satu dengan yang lainnya. Menurut Jogianto Sistem adalah gabungan banyak elemen yang memiliki hubungan dan saling berinteraksi dalam menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Jogianto menyatakan bahwa dapat digambarkan sebagai suatu kejadian yang nyata berupa manusia, benda, atau orang yang nyata. Menurut Murdick, R.G Sistem adalah  suatu kumpulan elemen yang di dalamnya terdapat prosedur yang digunakan dalam rangka mencari suatu tujuan bersama melalui cara pengoperasian barang dan data pada saat tertentu. Cara ini ditujukan untuk mendapatkan data atau informasi yang diinginkan. Menurut Harijono Djojodihardjo Pengertian sistem adalah gabungan suatu obyek yang mempunyai hubungan baik dari segi fungsi maupun hubungan tiap-tiap ciri-ciri obyek yang dengan keseluruhan menjadi kesatuan yang mempunyai fungsi. Berdasarkan definisi dari beberap...

Bali dan seisinya

Semoga aku masih bisa untuk merangkai kata-kata. Dua puluh empat Agustus dua ribu delapan belas tepat pukul setengah empat sore waktu Bali. Selamat sore Bali, selamat sore pulau dewata. Pulau dimana aku tumbuh dan menghabiskan masa kecil dan remaja ku. Apa kabar mu hari ini? semoga kabar mu selalu baik dan semakin baik meskipun aku tak lagi menetap di sini. Bali, aku rindu pantaimu, aku rindu deburan ombak pantai rahasia yang dulu selalu ku kunjungi setiap aku merasa tidak baik-baik saja. Semoga, pantai itu masih tetap sama seperti waktu dulu, indah dan menenangkan.  Bali ku tersayang, terlalu banyak kenangan yang tak akan pernah bisa aku lupakan, meski sejauh apapun aku pergi. Terlalu banyak masa-masa indah yang kini disulap menjadi kenngan masa lalu, masa yang entah kapan bisa terulang lagi. Sejujurnya, setiap aku kembali pada tanah mu, setiap kali pesawat yang aku tumpangi mendarat. Ada rasa bahagia dalam hatiku "akhirnya, aku kembali pulang". Meskipun terkada...

Aku Rindu!

Lama sudah rasanya aku tidak menyusun kata demi kata. Kemudian mempostingnya di sini agar sempat terbaca oleh mu atau teman-temanmu. Iya, aku tau kamu sama sekali tak pernah suka membaca. Tapi tulisanku yang sengaja aku share di social media pasti terlalu membuat mu bising ya? Sehingga dengan sangat amat terpaksa kamu pasti membacanya.  Hallo, aku rindu. Rindu sekali.  Beberapa hari ini aku sibuk menyibukkan diri. Jalan-jalan, makan di tempat yang banyak mengandung manis-manisnya. Nanti akan ku ceritakan kenapa aku sibuk menyibukan diri.Ah... rindu. Aku rindu. Berapa kali aku bilang kalau aku rindu? Baru dua. Belum tiga, empat, lima atau enam. Kalau rindu obatnya apa ya…? Telfon? Sms? Atau Ketemu?. Iyaa.. yang paling ampuh memang pertemuan. Jadi kapan? Kapan kamu akan ke sini atau… eh tunggu. Setelah sholat Maghrib tadi aku menyempatkan diri pergi ke ATM. Membayar tagihan tiket kereta. Jangan kaget…. Karna bagiku, menikmati waktu senggang UTS di kosan sangat me...

ketika hidup terasa tak menyenangkan

Jatuh cinta itu banyak definisinya. Beberapa orang mengatakan bahwa jatuh cinta itu hanya indah di awal lalu sakit di akhir. Manis di awal miris di akhir. Tapi, jika aku boleh jujur jatuh cintalah yang membuat ku semakin dewasa. Semakin mempunyai tingkat dalam kehidupan. Semakin mengerti tentang rasa sakit dan bahagia. Walaupun perlu tenaga ekstra untuk mengatasinya. Tuhan selalu tahu cara untuk membuat umat Nya mengingat keberadaan Nya. Percayalah kita tak pernah sendiri. Pernah seorang Sahabat sastra ku mengatakan  " Hidup ini gak pernah adil sama kamu, jadi sekarang kamu sendiri yang harus cari keadilan itu. Seberapapun sulitnya, teruslah berjalan " Entah itu adalah kalimat motivasi atau apa yang jelas aku membenarkan perkataan itu. Kali ini aku ingin bercerita bukan tentang seorang sahabat sastra, keluarga, atau orang-orang disekitarku. Tapi, ini tentang diriku.  Kamu tahu, belum beberapa hari ini Tuhan mengabulkan doaku. Tentang dia, tentang kami. Tak ada yang is...

maaf.

Berotasilah semaumu, aku tak pernah mau peduli. Tapi mohon, jangan lagi menganggu rutinitasku. Jangan lagi ciptakan air mata, aku bosan juga lelah. Terimakasih Tuhan, bulan purnama yang indah. Terimakasih telah mengizinkan ku melihat bulan purnama untuk kesekian kalinya dari sini. Tuhan, betapa aku rindu sosoknya, betapa aku ingin memeluknya dengan hangat. Maaf Tuhan, maaf sekali. Aku masih belum bisa menepati janji ku untuk melupakannya. Sudah,sudah ku coba sebisa mungkin. Membiarkan semuanya berjalan seperti biasa. Semunya aku berhasil. Nyatanya, aku masih terengah menjalani semuanya. Aku percaya, rencana mu lah yang paling indah. Aku manusia biasa, tak bisa ciptakan takdir yang ku mau. Tuhan, hanya minta sedikit diringankan. Segala beban,rasa sakit juga luka yang semakin ku ingat semakin susah pulih. Tuhan, bahagiakan aku layaknya apa yang telah aku perbuat. Rasa sakitnya buat badanku mengigil dalam malam. Langit-langit begitu cerah, walaupun malam datang. Aku selalu mencoba...

semoga ini belum terlambat

Semoga ini belum terlambat. Kelihatannya semua sudah cukup banyak berubah. Semenjak saat itu aku dan kamu benar-benar berjarak. Tak ada sapaan selamat pagi di antara kita tak ada tawa-tawa kecil di antara kita. Semuanya berubah, entah kemauan siapa. Aku selalu menyalahkan takdir hingga aku lupa bertanya pada diriku sendiri. "Hal apa yang membuat mu begitu menjauhiku?". Iya...semoga ini belum terlambat. Kita paling suka menghabiskan waktu di cafe favorit kita. Bercerita tentang banyak hal. Padahal, setiap harinya kita punya waktu bersama di kelas. Tapi, entah kenapa kita tetap suka menghabiskan waktu berdua. Kamu adalah pendengar dan pencerita yang baik. Kamu juga suka bercerita tentang keluargamu. Walaupun aku tak pernah mengenal mereka tapi aku merasa dekat dengan mereka. Kita baru berusia lima belas tahun. Kenyatannya lagi, aku dan kamu berbeda. Mungkin, hal itu yang membuat kamu enggan mengenalkan ku dengan mereka. iya, tak ada yang menyenangkan selain melakukan hal k...