Rabu, 15 Mei 2013

aku benci, hal ini.

Hari ini, aku bermimpi tentang kamu, juga tentang kita.

Mungkin, karena aku terlalu lelah dengan keadaan di sekitarku. Dan mungkin juga karena aku lelah dengan tugas-tugas sekolahku. Maka, bayang-bayangmu datang tiba-tiba lagi.
Padahal, yang mereka tau, aku sudah lama lupa tentang kamu juga tentang kita.
Aku tak tau harus menyebutnya mimpi buruk atau mimpi indah. Tidak, ini bukan seperti mimpi kejadian barusan seperti kenyataan. Kamu datang tiba-tiba, memeluk ku dengan hangat. Iya! aku bisa rasakan pelukan itu, pelukan yang biasa kamu berikan ketika aku mulai merasakan sakit yang luar biasa. Sayang, mungkin pelukan itu telah iya rasakan sekarang.

Disana, ada kamu. Juga ada sahabat-sahabat kita. Menyaksikan air mata yang keluar dari indramu. Mereka melihat mu memeluk ku. Hal itu nyata! nyata! barusan, aku bukan saja sedang bermimpi!
Takdir...ayolah, bersahabat dengan ku. Buat aku bahagia. Paling tidak seimbang. Ketika dia sudah melupakan ku seperti saat ini. Buatlah kami seimbang, buatlah aku juga lupan tentangnya. Karena mengingat masa lalu sendirian selalu menyakitkan, rasanya tak pernah enak.
Mungkin, ini hanya bunga tidur. Seperti orang-orang bilang. Mimpi hanyalah bunga tidur. Jadi, apa yang aku harapkan? Agar semuanya jadi kenyataan?  Ayolah, hatiku sudah lama beku juga sudah lama ku tutup rapat-rapat. Setelah aku tau kebenaran, semua pria selalu sama.

16 Mei 2013. 03.10 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar